![]() |
Curug Batu Aul |
Assalamualaikum wr.wb
Hi Ngaprakers…..saya Warith Arkaan mencoba membuat artikel nih, walaupun
sebenarnya dengan sedikit paksaan dari kang Fhan…ha ha ha ha ha.
Minggu, 19 Maret 2017.
Walaupun awalnya cukup ragu
untuk melanjutkan trip karena waktu sudah terlalu siang yaitu pukul 12.00 wib
tapi di dasari rasa penasaran akan adanya curug (air tejun) di daerah Bojong
Laya (awalnya kami fikir daerah sana ternyata masih kp. Naga Jaya) saya mencoba
menghubungi teman-teman yang lain yaitu kang Fhan de vart, kang Rawa dan Neng
Chaca untuk trip kesana.
“bro, ke curug yu yang ada di Bojong laya penasaran nih” kang Fhan
berbicara sambil jalan
“hayu, siap coba hubungi yang lain” saya menjawab
“ok, saya ngomong ke rawa dulu” kang fhan sambil menghubungi kang
rawa via telpon
“wa, urang ka curug yu nu aya di bojong laya” saya membuka obrolan
“kapan a,? sekarang?” rawa menimpali
“iya sekarang mumpung ada waktu” saya berujar
“ok, saya hubungi chaca siapa tau dia mau ikut”, dan kang rawa
mencoba menghubungi chaca untuk mengkonfirmasi dan Chaca pun mengiyakan untuk
ikut.
Lalu kang rawa menjemput Chaca
yang kebetulan rumahnya sangat jauh dari lokasi best camp Ngaprak Leuweung
membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan bulak balik.
![]() |
Ngaprakers : dari kiri Fhandevart, Rawa, Saya (warith) |
Setelah semuanya berkumpul
tepat pukul 14.00 wib kami mempersiapkan perbekalan yang akan menemani
perjalanan kami menuju curug. Dan perjalananpun di mulai dengan mengendarai
motor berpasangan saya dengan kang fhan, rawa dengan neng chaca.
Perjalanan lancar di awal
keberangkatan karena jalanan masih beraspal setelah 10 menit perjalanan menuju
simpang kp.naga jaya jalanan mulai jelek menuju jembatan , kemudian dari
jembatan kira-kira 10 meter jalanan menanjak dan motor yang saya tumpangi tidak
naik di tanjakan dan terpaksa harus berjalan kaki sampai jalanan yang sedikit
datar maklum motor yang saya tumpangi motor matic dan tenaganya sudah tidak
joss lagi.
Perjalanan mulai dilanjutkan
dan bergantian jalan kaki antara saya dengan kang Fhan, kami menyempatkan
bertanya dengan ibu-ibu yang sedang beristirahat di pinggir jalan dan
menanyakan apakah betul ada curug di daerah sana dan bisa di kunjungi atau
tidak,
“ibu punteun, numpang naros” kang fhan mencoba membuka obrolan
“mangga jang, bade kamarana kitu iyeu” ibu itu menjawab
“puguh bade naros bu, ari di daerah bojong laya aya curug atanapi
teu aya” kan Fhan menanyakan
“oh muhun aya” ibu itu menjawab lagi
“ka palih mana nya bu jalana upami bade kaditu” kang Fhan sedikit
kepo
“anu caket mah lewat kp. Ciseel 2 lewat jalur irigasi” si ibu
menjawab lagi
“tiasa motor teu nyah kaditu” kang fhan makin kepo
“teu tiasa upami motor mah, cobi weh kin di tonggoh naroskeun deui
wae” si ibu memberikan solusi
“nya haturnuhun atuh ibu upami kitumah, punteun ngaganggu, mangga
ibu” kang fhan mengakhiri obrolan sambil pamitan
“mangga” si ibu menjawab pamit kang fhan.
Perjalanan berlanjut sampai kp.
Naga Jaya dan kami masih penasaran akan jalan yang akan di lalui oleh kami
dengan jalur terdekat karena waktu yang sangat terbatas dan sangat kebetulan
sekali kami bertemu dengan warga kp. Naga jaya dan menanyakan kembali perihal
jalan yang terdekat yang bisa kami lalui.
“kang punteun bade naroskeun,
terang curug batu awul teu?” sekali lagi saya kepo karena tidak puas dengan
oborlan kang fhan yang sudah menanyakan dengan ibu-ibu tadi.
“muhun aya, jalana ka palih
ditu lewat kp. Naga jaya kin aya lapangan, teras weh kaditu kin pendak jembatan
tidinya ka palih kenca” si akang duduk di atas motor yang gak sempat menanyakan
namanya menjawab
“kira-kira tiasa motor teu
kadituna kang?” kepo makin menjadi
“teu tiasa kang” si akang
menjawab.
“nya atuh haturnuhun kang,
mangga” kami mengakhiri obrolan kami dan segera melaju sesuai dengan petunjuk
dari si akang yang baik hati.
Kami bergegas mencoba melewati
jalan yang beraspal tapi sudah mengelupas dengan meninggalkan batu-batu sebagai
pondasi jalan, setelah 12 menit kami menemukan jembatan yang di tunjukan si
akang , dan ternyata kita ketemu lagi dengan akang yang tadi menyusul.
“muhun kang kadinya jalana” si
akang sambil menunjukan jarinya untuk memberikan arah kepada kami
“ari nyimpen motor palih mana
nya kang?” saya menanyakan (walaupun motor lama tapi kalo hilang saya nangis
juga)
“aman kang didiyeumah moal
kunanaon” si akang meyakinkan kami
“ok kang haturnuhun kang” kami
memarkirkan motor kami di sebelah penggilingan padi yang tidak beroprasi saat
itu.
Setelah berdoa menurut agama
dan kepercayaan masing-masing kami berjalan menyusuri sawah dan menyebrang
sungai dengan formasi kang fhan paling depan, di susul kang rawa dan neng chaca
dan saya terakhir, disinilah sebetulnya perjalanan kami dimulai.
![]() |
Curug Batu Aul 2 |
Ada dua pilihan jalan yang
harus di pilih (seperti hidup pilihan selalu ada) yang pertama menyusuri aliran
sungai dan yang kedua menaiki bukit, kami memilih yang kedua dengan formasi
berubah kang rawa yang di depan, terdengar bunyi gemuruh air terjun dan kami
mulai tersenyum wah dekat lagi nih batin saya berbicara, ternyata jalan yang
curam terlihat didepan dengan bantuan batang-batang pohon akhirnya kami bisa
tiba di curug yang kami fikir itu curug tertinggi disana.
Kami tiba tepat di atas
curugnya dan memilih untuk ke hulunya berharap masih ada air terjun dan memang
ada dengan ketinggiannya kira-kira 1 ½ meter, dan kita ke kembali ke arah hilir
dan harus memutar jalan karena akses kesana sangat sulit, tiba di lokasi curug
batu awul I dengan ketinggian kira-kira 5-6 meter kami sempatkan ngopi dan
foto-foto untuk dokumen ngaprak leuweung. Kemudian kang rawa bilang.
“a, sepertinya curug yang
paling tinggi ada di hilir karena suara gemuruhnya sangat kencang dari arah
sana” kang rawa menunjuk ke arah hilir
“oke kita kesana” saya
mengiyakan dan langsung mengecek kearah yang di tunjukan kang rawa
![]() |
Ngaprak Leuweung |
Ternyata memang ada curug-curug
dengan ketinggian 3 sampai 4 meter disana, dan kami berdua masih penasaran
mencoba menerobos jalur irigasi dan sedikir berusaha ke arah hilir lagi dan
subhanallah maha bedar Allah dengan segala ciptaannya. Curug dengan ketinggian
lebih dari 20 meter dan saya tepat pas di atasnya dengan diberikan pemandangan
pesawahan dan Quarry PT. Cemindo Gemilang indah banget kyak liat gebetan lewat
terus senyum kekita (aga-aga gimana gitu yah), saya berdua dengan kang rawa
bergegas kembali ke lokasi curug pertama untuk menginformasikan ke kang fhan
dan neng chaca yang tadi kami tinggalkan.
![]() |
Curug batu Aul 1 |
Ternyata tanpa ada kode-pun
mereka sudah menyusul kami dengan perbekalan yang kami bawa dari best camp
(kontak batin kali yah..hehehehe). Dengan menginformasikan curug yang tinggi
itu kami bergegas mencari jalan menuju kesana dengan komando dari kang rawa di
depan, neng chaca dan saya di susul kang fhan dan saya menuju dasar air terjun
batu awul II, sempet terpleset sedikit dan tergoresnya tangan ini kami tetap
semangat karena suara gemuruhnya semakin seksi di telinga kami dengan perasaan
tak sabar seperti mau lamaran ke pacar, kami bergegas dan Alhamdulillah bro
kami tiba dengan selamat dan berucap syukur kehadirat illahi robbi karena telah
menganugrahkan tempat yang indah di desa kami selain curug kanteh dan curug
lain-lainnya.
Kami relaksaksi sebentar dan
mandi seperti anak kecil yang di bolehkan main air sama orang tua dengan rasa
riang gembira (pokoknya serunya gak bisa di tuliskan tapi bisa dilihat di video
yang kami sediakan untuk disaksikan bersama-sama).
![]() |
Mandi dulu guys biar seger,, brrrrrr.... |
Tepat pukul 5 kami rasa cukup
untuk menikmati ciptaan Allah yang indah dan tidak ada habisnya ini. Kami
pulang dengan mengikuti jalur yang tadi kami lewati meuju curug batu awul I dan
mencoba merayap disamping curug karena jalan yang memutar terlalu jauh,
Alhamdulillah tidak mengahabiskan waktu lama kami sudah ada di atas curug ciaul
I dan mencoba kearah hulu ternyata jalan nya sangat dekat tanpa menghabiskan
waktu lama seperti kami memulai awal perjalanan…
Setelah kami telusuri nama
curug yang kami kunjungi bukan curug bojong laya tapi curug batu awul, ternyata
memang benar pepatah tak kenal maka tak tau nama dan jalan…hahahahah….
tonton video nya dan jangan lupa untuk like, share dan subscribe
Begitulah temans perjalanan
kami menuju kecurug batu awul l dan II.
salam ngaprak
leuwung #leuleuweungan
Wabilahitaufik walhidayah
wasalamualaikum wr.wb
No comments:
Post a Comment